Social Icons

Pages

Kamis, 30 Januari 2014

Beautiful Place in The World

I wanna share some beautiful places in this whole world ~ Just look at it !

Tempat terindah di dunia Benteng Chittorgarh, India
Chittorgarh Fort, India


Tempat terindah di dunia Crystalline Turquoise Lake, Jiuzhaigou National Park, China
Crystalline Turquoise Lake, Jiuzhaigou National Park, China


Tempat terindah di dunia Fernando De Noronha - Brazil
Fernando De Noronha


Tempat terindah di dunia Golden Horn, Brac Island - Croatia
Golden Horn, Brac Island – Croatia


Tempat terindah di dunia In The Gardens of Prague Castle
In The Gardens of Prague Castle


Tempat terindah di dunia Keukenhof Gardens - Netherlands.
 Keukenhof Gardens – Netherlands


Tempat terindah di dunia Lower Lewis River Falls - Gifford Pinchot National Forest - Washington, USA
Lower Lewis River Falls – Gifford Pinchot National Forest – Washington, USA


Tempat terindah di dunia Seljalandsfoss Waterfall on the South Coast of Iceland
 Seljalandsfoss Waterfall on the South Coast of Iceland


Tempat terindah di dunia Seychelles
Seychelles


Tempat terindah di dunia The Pearl Waterfall, Jiuzhaigou Valley, China
The Pearl Waterfall, Jiuzhaigou Valley, China


Tempat terindah di dunia Valley of the Ten Peaks, Moraine Lake, Alberta, Canada
Valley of the Ten Peaks, Moraine Lake, Alberta, Canada


Tempat terindah di dunia Multnomah Falls, Oregon
 Multnomah Falls, Oregon

Nah, that's the small version of the beauties in the world (in my version hehe). There's many more if you want to search it :p

Senam Lantai


Pengertian Senam Lantai

Senam Lantai (Flour Exercise) adalah satu bagian dari cabang Senam, yang gerakan-gerakannya dilakukan di atas lantai (Matras) atau Permadani. Senam ini disebut juga senam bebas karena Pesenam tidak menggunakan alat bantu selain lantai (matras) dengan ukuran 12 x 12 meter atau menggunakan matras dengan lebar 1 meter dan panjang sesuai kebutuhan untuk menjaga keamanan.

Jenis dan Macam senam Lantai

1. BERGULING (ROLL)

Cara melakukannya sebagai berikut:
a. Sikap permulaan jongkok,kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki di
    lipat rapat pada dada.
d. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali kesikap semula atau berdiri


Ket: selain berguling ke depan ada juga berguling ke belakang atau roll belakang yaitu dengan sikap awal
        yang sama dengan guling depan tetapi arahnya kebelakang atau mundur

2. KAYANG.

Kayang adalah sikap membusur dengan posisi kaki dan tangan bertumpu pada matras  dalam keadaan terbalik dengan
meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan
menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.
Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,bukan kelentukan
pinggang.

Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut.
a. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
c. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
d. Posisi badan melengkung bagai busur.


3. SIKAP LILIN.

Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas
(rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada
lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan
menopang pinggang.
Cara melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut:
a. Tidur terlentang, kedua tangan di saping badan, pandangan ke atas.
b. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c. Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada
    pinggang.
d. Pertahankan sikap ini beberapa saat.


4. GULING LENTING.

a. Latihan rangkaian berakan berguling.

    Cara melakukannya sebagai berikut:
1. Sikap permulaan berbaring menelantang atau duduk telumpar.
2. Mengguling ke belakang, tungkai keras, kaki dekat kepala, lengan bengkok, tangan
    menumpu di samping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
3. Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan menolak
    badan melayang dan membusur, kepala rapat.
4. Mendarat dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur dengan keras
    ke atas.


b. Lenting kepala/dahi
    Cara melakukannya sebagai berikut:
1. Membungkuk bertumpu pada dahi dan membentuk segi tiga sama sisi, punggung tegak
    lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jari kaki bertumpu di lantai.
2. Mengguling ke belakang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak sekuat-kuat
    kepala pasif, badan melaayang dan membusur.
3. Mendarat dengan kaki rapat, badan membusur lengan ke atas.


5. BERGULING KE DEPAN DILANJUTKAN LENTING TENGKUK/KEPALA

Sebelum latihan rangkain gerakan berguling ke depan lenting tengkuk/kepala, akan di bahas
dulu bagaimana melakukan guling depan yang betul.
    Cara melakukan gerakan guling depan sebagai berimut:
a. Sikap permulaan jongkok tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Luruskan kedua kaki, siku tangan di tekuk, kepala dilipat sampai dagu dengan menyentuh
    dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan kuduk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat
    rapat pada dada.
d. Kedua tangan melepaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali berusaha jongkok.


6. BERDIRI TANGAN (HANDS STAND).

a. Berdiri Tangan (Hands Stand)
1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan
    sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang
    tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
4. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan
    diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
5. Perhatikan keseimbangan.


b. Berdiri Tangan Dengan Sikap Kaki Dibuka
1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lurus, pandangan sedikit
    lurus ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai ke depan bengkok, sedang
    tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, diikuti tungkai yang lain.
4. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan lengan, setelah itu kaki di buka
    ke samping kiri dan kanan, pertahankan sikap ini beberapa saat, selanjutnya kaki dirapat
    kembali lalu dibuka ke depan dan ke belakang pandangan diantara tumpuan kedua tangan atau matras.


*Catatan :
untuk melaksanakan kegiatan dan perlombaan senam lantai diperlukan ruangan yang dilapisi karpet dan matras dengan bentuk dan ukuran seperti di bawah ini:

Pidato Kenakalan Remaja


Kenakalan Remaja



Assalamu’alaikum Wr.Wb

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberi nikmat dan karunia-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul bersama-sama di hari yang berbahagia ini.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah menuntun kita semua dari zaman kegelapan sampai ke zaman yang terang benderang ini.

Kepada Yth. Bapak, ibu, dan teman-teman yang saya hormati dan teman-teman semua yang saya cintai dan saya banggakan.

Kita tahu dan menyadari saat ini begitu banyak terjadi apa yang disebut kenakalan remaja. Aneka perbuatan negatif atau menyimpang yang dilakukan oleh para remaja sepertinya dianggap oleh mereka seperti biasa-biasa bahkan ada yang menganggapnya sebagai sebuah kebanggaan. Mereka mengatakan hal tersebut menunjukkan simbol sebuah keberanian. Ini tentu sangat memprihatinkan. 

Inilah masalah sosial yang menjangkit para remaja kita saat ini yakni perilaku menyimpang yang sering disebut kenakalan remaja.

Adapun penyebab masalah kenakalan remaja bisa bermacam-macam. Bisa akibat salah orang tua dalam cara mendidik atau orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Juga bisa karena tidak tepatnya dalam memilih teman/lingkungan pergaulan sehingga bisa menyebabkan terjerumusnya dalam pergaulan yang salah.Ada satu perasaan di kehidupan remaja bahwa memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk yang membanggakan.

Boleh sekali kita mempunyai banyak kawan asalkan kita harus pandai memilih-milih terhadap mana perilaku teman yang salah dan mana perilaku teman yang baik dan benar.

Ada banyak sekali macam-macan perilaku menyimpang remaja seperti mulai mengenali rokok dan narkoba yang awalnya hanya coba-coba tapi rasa mencoba itu akan membuat kita menjadi ketagihan sehingga susah untuk berhenti dari ketergantungan rokok atau narkoba tersebut, yang menyebabkan kita sakau dan untuk menghentikan ketergantungan tersebut harus dengan cara  di rehabilitasi (untuk pencandu narkoba). Dan masih banyak lagi perilaku-perilaku menyimpang remaja lainnya seperti masuk geng motor, suka tawuran, mabuk-mabukan dll.

Mari kita jauhi perilaku-perilaku menyimpang tersebut karena hal tersebut akan merugikan diri sendiri, sebaiknya kita gunakan masa-masa remaja kita dengan hal-hal yang positif dan juga bermanfaat bagi diri sendiri, orangtua dan juga bangsa.

Teman-temanku yang saya banggakan,
Walaupun orang tua kita tidak mengajarkan secara penuh agar kalian menjadi orang baik tetapi keinginan mereka sudah pasti ingin anak-anaknya menjadi orang yang baik-baik. Tidak satu orang tua pun menginginkan anaknya berprilaku buruk.

Karenanya kalian tidak perlu menyalahkan orang tua atau pun orang lain tetapi diri kalian sendirilah yang harus sudah bisa menjaga diri dan bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Pilihlah lingkungan dan teman-teman gaul secara selektif. Jangan asal senang. Jika lingkungan itu akan menjerumuskan kalian lebih baik tidak mendekatinya sama sekali. Banyak tempat gaul yang positif yang bisa kalian pilih baik di sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

Sampai disini yang bisa saya sampaikan dalam pidato ini, kalau ada kesalahan mohon maklum. 

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Rabu, 29 Januari 2014

Naskah Drama Roro Jonggrang (Parody Ver)

Ingat dengan naskah drama Roro Jonggrang sebelumya ? Kini saya akan men-share sebuah naskah drama Roro Jonggrang lagi, namun dalam versi Parodinya. Tentunya ini copyright ya hahaha ~

Narasi : Alkisah, di pulau jawa ada seorang Raja yang gagah, sakti, sombong dan arogan bernama Bandung Bondowoso. Saat dia dan patihnya hang out di kawasan kerajaan Prambanan dia bertemu dengan Roro Jonggrang yang sangat cantik. Dia berniat untuk melamarnya. Untuk kisah selengkapnya kita saksikan di, TKP..
 (musik gending jawa kebo giro)

1. Bandung Bondowoso
(berjalan menampilkan kesan sombong dan arogan) tempat apa ini. sepi banget, kaya kuburan. Masa ada Bandung Bondowoso yang keren gini gak ada yang nyambut. (menghela nafas) aduh parah banget nih. Loh, mana lagi si patih gila itu. Tih..Patih.. (dengan nada tinggi) Patih…

2.      Patih
(lari tergopoh-gopoh) iya bos, ada apa bos.

3.      Bandung Bondowoso
bas..bos..bas..bos.. bosok ta?

4.      Patih
sorry, paduka. Kalau ngomong paduka kan kayaknya jadul banget nih. Kita kan orang gaul. Makanya untuk menampilkan kesan gaul, jadi saya manggil Padukanya Bos.

5.      Bandung Bondowoso
Gaul dengkulmu iku.. heh, ngapain kamu berdiri didepanku. Duduk.. nggak sopan berdiri didepan  Raja. Tak tempeleng kamu nanti.

6.      Patih
Ampun Paduka. Saya lupa.

7.      Bandung Bondowoso
Ngomong-ngomong, tempat seindah ini kok sepi ya. Gak ada cewek cakep. Kamu tadi lihat nggak pas jalan kesini.

8.      Patih
So pasti paduka, rakyat disini cakep-cekep kaya luna maya. Bener-bener nggak rugi aku ikut paduka kesini.

9.      Bandung Bondowoso
apa? Rakyat jelata. Aduh kemseupai. Masa BB yang gagah perkasa kaya gini disejajarkan dengan rakyat jelata.

10.  Patih
yah, dari pada temen-temen paduka yang dari kerajaan jin itu. ya mending rakyat jelata di sini.

11.  Bandung Bondowoso
iya e.. kemarin aku tekor bayari Jinni sama Jinnah karaokean, belum lagi Jinten. Shopping mulu kerjaannya. ATM terkuras kalau jalan sama mereka. Untung Jinem gak ikut kemaren. Coba ikut, wes gak ngerti jadi apa aku

12.  Patih
loh, kemaren paduka jalan sama para jin itu ya? Kok saya nggak diajak sih paduka?

13.  Bandung Bondowoso
kamu sih, molor mulu kemaren. Jadi ya tak tinggal.

14.  Patih
yah, kalau gitu ya nggak salah.. kalo paduka diporotin sama jin-jin gila itu

15.  Bandung Bondowoso
ow.. jadi kamu nyukurin aku. Tak pecat kamu nanti yo.

16.  Patih
ow..tidak bisa.. kontrak saya masih panjang.

17.  Bandung Bondowoso
semprul kamu.. eh, ada cewek cakep tuh. Siapa ya? Jaga sikap..jaga sikap..
(muncul lagu Cantik dari Kahitna)

18.  Roro Jonggrang
Dayang, laper nih. Tadi bawa bekal apa?

19.  Painem (dayang)
Aduh, lupa gusti ayu

20.  Paijem (dayang)
Lupa, apa habis kamu makan tadi?

21.  Roro Jonggrang
Kalian itu ya. Kebiasaan deh.

22.  Bandung Bondowoso
(berjalan menghampiri Roro Jonggrang) ehem..ehem.. cewek.. boleh kenalan nggak??

23.  Painem (dayang)
(mengulurkan tangan kepada patih) Painem.. biasa di panggil “Inem si pelayan seksi”.

24.  Paijem (dayang)
(menabrak Painem sampai terjatuh dan memutuskan jabat tangannya dengan patih) saja Maya, Luna Maya.

25.  Pinem (dayang)
Paijem aja, ngaku-ngaku Luna Maya.

26.  Patih
Saya Ariel, kok cocok ya kayaknya sama mbak Maya.

27.  Bandung Bondowoso
udah-udah.. kok jadi ajang kenalan kalian sih.
(menyodorkan beberapa lembar uang kepada patih) Nih tih, buat kamu. Ajak jalan dayang-dayang itu. Tapi jangn jauh-jauh. Nanti kalau tak tak panggil kamu harus cepet kemari.

28.  Patih
Kurang nih paduka..

29.  Bandung Bondowoso
Loh, berani minta tambah lagi kamu??

30.  Patih
Ampun paduka, ndak kok. Ini sudah lebih dari cukup. Saya berangkat dulu ya.
(menghampiri para dayang)
Ikut abang yuk neng..

31.  Paijem
ijin ke sana dulu ya gusti ayu.

32.  Roro Jonggrang
Loh..loh., pada mau kemana? Kalian tu ya, pada kecentilan.

33.  Painem
ya maaf, kan lagi usaha.

34.  Roro Jonggrang
(gemas melihat kalakuan dayang-dayangnya

35.  Bandung Bondowoso
Ehem..ehem.. mbak yang cantik, kalo boleh saya tahu, Namanya siapa ya??

36.  Roro Jonggrang
(Menjawab dengan ketus, tanpa mengulurkan tangan dan menatap Bandung Bondowoso) ErJe.

37.  Bandung Bondowoso
ErJe?? Namanya kok singkat banget ya?? Terus saya musti panggil apa??

38.  Roro Jonggrang
ErJe tu nama panggilan gw dodol.. Nama gw tu Roro Jonggrang.

39.  Bandung Bondowoso
Oh, Mbak Roro toh.

40.  Roro Jonggrang
Er…Je…bukan Mbak Roro.

41.  Bandung Bondowoso
iya..iya Mbak Jonggrang.

42.  Roro Jonggrang
(menghela nafas) terserah loe mau panggil gw apa.

43.  Bandung Bondowoso
Iya..iya ErJe.. bercanda. Kalo gw BeBe alias Bandung Bondowoso.

44.  Roro Jonggrang
Siapa juga yang nanya, PeDe banget sih. Lagian Nama kok Aneh, Bandung Bondowoso. Bandung Jawa Barat, Bondowoso Jawa Timur. Nggak konsisten banget sih.

45.  Bandung Bondowoso
aduh.. sombong banget sih Je. Nama aku sih nggak aneh. Aku kan blasteran Jawa Barat sama Jawa Timur. Kayaknya cocok nih kalau kita menikah. Anak kita nanti Blasteran Jawa Barat,Jawa Tengah sama Jawa Timur. Lengkap…
(mencari Patih) tih..Patih..Patih (Sedikit berteriak)

46.  Patih
Iya..iya..paduka.. ganggu orang aja sih paduka.

47.  Bandung Bondowoso
(berbisik kepada Patih, menyuruhnya untuk mencarikan setangkai bunga)

48.  Patih
siap, laksanakan paduka. (lari mencari bunga)

49.  Patih
(Berlari menghampiri BB sambil terengah-engah, dan segera memberikan setangkai bunga) ini paduka.

50.  Bandung Bondowoso
Thank’s ya, ntar gw naikin deh gaji lu. Sana pergi lagi.

51.  Patih
(menggerutu dan berlalu meninggalkan Bandung Bondowoso)
Yang bener aja  paduka? Bulan ini aja belum dibayar.

52.  Bandung Bondowoso
(Berlutut, sambil menyodorkan setangkai bunga kepada Roro Jonggrang)
(Terdengar lirih, alunan lagu malik n D’Esensial)

53.  Bandung Bondowoso
ErJe, Will You Marry Me??

54.  Roro Jonggrang
(terkejut, tapi pura-pura cuek) ihh..apa-apaan nih. Bunga?? Setangkai lagi. Nggak modal banget sih lu.

55.  Bandung Bondowoso
Ini emang setangkai, siapa juga yang bilang sepuluh tangkai. Tapi kamu tahu nggak apa arti dari setangkai bunga ini?? ini tuh, melambangkan hatiku yang kupersembahkan hanya untukmu…

56.  Roro Jonggrang
Sorry ya, gw nggak suka bunga yang beginian. Gw tuh sukanya Bunga deposito.

57.  Bandung Bondowoso
oke deh, gw kasih semua buat lu. Gimana? Mau nggak??

58.  Roro Jonggrang
gimana ya?? Kasih tau nggak ya???

59.  Bandung Bondowoso
Kasih tau dong..

60.  Roro Jonggrang
Emang lu pengen tau apa pengen tau banget??

61.  Bandung Bondowoso
Banget, cepetan dong.

62.  Roro Jonggrang
Oke, aku terima

63.  Bandung Bondowoso
jadi kamu mau jadi istriku??

64.  Roro Jonggrang
iya, tapi dengan satu syarat lagi.

65.  Bandung Bondowoso
apaan?

66.  Roro Jonggrang
Syaratnya,  kamu harus membuatkan seribu candi untukku dalam satu malam. Nggak boleh korupsi. Gimana? Mau nggak?? Kalo nggak mau ya udah.

67.  Bandung Bondowoso
Ok. Apapun persyaratannya, minumnya teh botol sosro.
Loh, maksudnya apapun persyaratannya pasti akan ku terima.

68.  Roro Jonggang
deal..

69.  Bandung Bondowoso
deal…
(mereka berdua berjabat tangan menandakan persetujuan)

70.  Bandung Bondowoso
Patih…

71.  Roro Jonggrang
Dayang…

72.  Dayang-dayang
Iya gusti

73.  Roro Jonggrang
Dari mana aja kalian? Ayo pulang. Besuk pagi kita kemari lagi untuk menghitung jumlah Candinya. (mereka  meninggalkan BB dan Patihnya)

74.  Dayang-Dayang
(melambaikan tangan) Sampai ketemu besuk sayang…

75.  Patih
(melambaikan tangan)

76.  Roro Jonggrang
Kalian ya.. ayo cepat.
Narator  : setelah kepergian Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso berinisiatif untuk memanggil para sabatnya yang berasal dari negeri Jin untuk meminta bantuan kepada mereka membuatkan seribu candi untuk Roro Jonggrang.

77.  Bandung Bondowoso
(berpikir serius, sambil mondar-mandir)

78.  Bandung Bondowoso
Ngapain kamu mondar-mandir?

79.  Patih
Kan ngikutin paduka. Lha terus paduka ngapain?

80.  Bandung Bondowoso
Terserah aku dong, yang jadi raja siapa?

81.  Patih
Paduka

82.  Bandung Bondowoso
Yang mondar-mandir siapa?

83.  Patih
Paduka

84.  Bandung Bondowoso
Terus, emang masalah buat lo?

85.  Patih
(menggumam) dasar rojo gendeng.

86.  Bandung Bondowoso
Tih, coba deh kamu hubungi para jin.

87.  Patih
Lagi nggak punya pulsa nih paduka.. Paket BB juga Habis.. Kan belum paduka gaji bulan ini.

88.  Bandung Bondowoso
Dasar Kere..

89.  Patih
Lagian paduka seenak jidatnya aja kalo nyuruh orang..

90.  Bandung Bondowoso
Apa kamu bilang??

91.  Patih
Nggak paduka..

92.  Bandung Bondowoso
Jadi gw musti manggil manual nih.

93.  Patih
Ya iya lah.. gimana lagi.

94.  Bandung Bondowoso
Kamu tu ya, (gemas, aingin memukul patih)
(melakukan gerakan memanggil Jin, Tarian Gang nam Style, diiringi lagu Gang Nam Style)

95.  Jinni
Aduh apa-apaan sih kamu ini Be. Aku kan lagi asik karaokean,.
Eh Para Penonton… Perkenalkan Nama saya Jinni, 22 tahun, asal dari Jawa Timur Bagian Timur. Jika Anda Tertarik jangan matikan lampu podium anda.

96.  Jinten
Apa-apaan kamu Jinni. Kamu pikir ini panggung Take Me Out ya.
Ada apa sih Be, Jinten kan lagi asik shopping. Ganggu aja sih lu. (tampak kelelahan, duduk meletakkan shopping bagnya)

97.  Jinem
BB, kamu tu ya kebiasaan. Kalo mau pake jasa kami tu mbok ya hubungi kami dulu minimal seminggu sebelumnya. jadi kami kan dalam kondisi Ready.

98.  Jinni
Bener tuh kata si Jinem..

99.  Jinnah
(lari terbitrit-birit) Eh sorry Jinnah telat lagi ya. Maklum lah, gw baru selesai Casting iklan.

100.   Jinem
Casting Iklan Apaan??

101.   Jinnah
Biasa orang cantik..Casting iklan sabun muka “Wage”

102.   Jinten
Emang ada sabun muka merk “Wage”

103.   Jinnah
Ada baru aja mau beredar, saingan terberatnya “PONDS”.
e penonton…..

104.   Jinni, Jinten, Jinnem
eeee…………

105. Jinnah
Kok sepi sih?

106.   Semua Jin
Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga..
Hei, begitulah kata para pujangga, aduh hai begitulah kata para pujangga.
Taman suram tanpa bunga.

107.   Patih
Stop..stop..stop.. aduh berisik banget sih kalian.

108.   Jinnah
Apa sih tih, sirik aja deh.

109.   Bandung Bondowoso
Udah-udah..sorry ya, aku yang salah, mendadak hubungin kalian.

110.   Jinten
Emang ada apa sih?

111.   Bandung Bondowoso
Aduh jadi nggak enak nih.

112.   Jinnem
Ngak apa-apa biasa aja kalee.

113.   Jinnah
Tau tuh, biasanya juga gak pake sungkan-sungkanan.

114. Bandung Bondowoso
Gw lagi butuh kalian banget?

115.   Jinni
Eits butuh apa dulu nih?

116.   Bandung Bondowoso
Kalian kan hebat-hebat tuh, tolong dong bantuin gw buat seribu candi malam ini saja. Cuma malam ini kok. Tapi harus lengkap jumlahnya.

117.   Jinni
Enak aja, gw baru selesai manny paddy nih, ntar kuku gw rusak dong kalo di pake buat candi.

118.   Bandung Bondowoso
Sok kecakepan benget sih lu. Emang lu pada mau gw pindah di tengah hutan yang jauh dari PTC, jauh dari Citra Land, Jauh dari Ciputra?

119.   Patih
Bener tuh paduka, biar tahu rasa mereka.

120.   Jinnem
Eh diam lu tih, dasar mulut-mulut kompor lu ye, lama-lama gw sumpel pake sepatu tuh mulutmu yang bau.

121.   Jinten
Jangan dong Be. Kalo di tengah hutan ntar kita main sama nongkrongnya dimana? Yang lebih parah lagi, gw pasti gk bisa Shopping de..

122.   Bandung Bondowoso
Makanya kerjain apa yang gw suruh

123.   Jinnem
Kasih nggak..kasih nggak…

124.   Jinni, Jinten, Jinnah
Kasih dah..

125.   Bandung Bondowoso
Makasih ya.. kalian emang temen-temenku yang paling baik sedunia
(hendak memeluk para jin)

126.   Jinnem
Heh..heh.. main peluk aja..bukan muhrim tau.

127.   Patih
Kalau sama aku gimana??

128.   Jinnem
Sama aja dodol..

129.   Bandung Bondowoso
Kalian siap melaksanakan tugas???

130.   Semua Jin
Siap boss… materialnya mana?

131.   Bandung Bondowoso
Ntar dianter sama patih. Tak tinggal dulu ya.
(BB + patih meninggalkan para jin, para Jin Berdiskusi mengenai rancangan Candinya)

132.   Patih
(mengantarkan material dengan hati yang tidak ikhlas) nih materialnya. (semua jin berusaha membuat candi, ada iringan instrumen gamelan jawa mengiringi pembuatan candi
Narasi : Roro Jonggrang terkejut dengan pembuatan candi yang telah hampir selesai, dia takut jika pembuatan candi berhasil maka dia akan dinikahi oleh Bandung Bondowoso. Akhirnya dia  memiliki ide untuk membuat pagi buatan.

133.   Roro Jonggrang
(kebingungan melihat candinya sudah hampir selesai)
Kok candinya udah hampir selesai ya. Gila tuh si BB kerjanya cepet banget.

134.   Painem
Terus kenapa? Emang gw harus koprol sambil bilang wow gitu???

135.   Paijem
Heh, kamu tu ya. Dalam keadaan genting seperti ini masih aja bercanda.

136.   Painem
Ya maap. Kan buat menghibur gusti ayu.

137.   Roro Jonggrang
Aduh gimana ya??

138.   Paijem
Gusti ayu mending nikah aja sama Bandung, lumayan lho gusti ayu, orangnya ganteng banget.. kalo gusti ayu ndak mau buat saya aja ya bandungnya.

139.   Painem
Kamu tu ya, gusti ayu lagi bingung malah ngomong gituan. Lagian bandungnya mana mau sama kamu??

140.   Paijem
Ya maap, namanya juga usaha.

141.   Painem
Gini aja gusti ayu, kita coba bikin pagi buatan?

142.   Paijem
Lu pikir gampang bikin gituan? Gimana caranya??

143.   Painem
Oh, iya ya.. gak kepikiran nih.

144.   Roro Jonggrang
Bentar-bentar…kayaknya ide kamu bagus dayang. Kita coba bikin pagi buatan aja. Biasanya kan tiap pagi ibu-ibu tuh udah pada numbuk lesung, hewan ternak juga pada dikeluarin.
Gini aja, coba kamu suruh ibu-ibu menumbuk lesung. Lalu bapak-bapak kamu suruh mengeluarkan hewan ternaknya.

145.   Painem
Pinter juga nih bos gw. Kuliah dimana sih??

146.   Roro Jonggrang
Ya iya lah… PGSD Unesa gitu loh.. sana cepat laksanakan tugasmu.

147.   Dayang-Dayang (Paijem + Painem)
sendiko dawuh Gusti Ayu.
(para dayang berangkat untuk melaksanakan tugasnya)

148.   Painem
Woro-woro…… Woro-woro…..

149.     Paijem
(memukul kentongan)

150.   Rakyat 1
ada apa sih dayang malam-malam gini kok ya bangunin orang tidur aja

151.   Rakyat 2
Iya, nih. aku juga masih ngantuk berat (tiduran di lantai)

152.   Rakyat 3
Nih mataku rasanya juga kaya di lem (duduk)

153.   Painem
Ada titah dari Gusti Ayu Roro Jonggrang. Cepat tumbuk lesung kalian dan suruh suami kalian mengeluarka hewan ternak.

154.   Paijem
Ini pertaruhan masa depan Gusti Ayu Roro Jonggrang.

155.   Rakyat 1
Lebay deh dayang, pake acara pertaruhan masa depan segala.

156.   Rakyat 2
Iya nih emangnya kenapa??

157.   Painem
Tadi Gusti Ayu dilamar oleh BB.

158.   Rakyat  1
Hubungannya sama kami apa?

159.   Paijem
Dengerin dulu dong.

160.   Painem
Gusti ayu bingung menolaknya, lalu beliau memberi syarat untuk dibuatkan seribu candi dalam satu malam.tapi candinya sudah hampir selesai saat ini. makanya beliau mengeluarkan titah ini untuk membuat pagi buatan.

161.   Rakyat 1
Itu sih salah gusti ayu sendiri, ngapain nggak langsung ditolak aja.

162.   Paijem
Kamu itu nggak ngerti, ngomel aja. Tak sumpel mulutmu ntar.

163.   Rakyat 2
BB tu yang mana sih?

164.   Paijem
Itu loh, raja dari kerajaan pengging yang arogan dan sombong itu. tapi orangnya emang ganteng sih.

165.   Rakyat 3
Apa?? kasihan gusti ayu. Kalo kayak gitu ntar gusti ayu pasti dipukuli tiap hari. Kalo nggak disuntik kaya manohara. Ih, ngeri.

166.   Paijem
Makanya, kalian lekas tumbuk lesung kalian.

167.   Semua Rakyat
Oke, berangkat. (mereka bertiga mulai menumbuk lesung)
Narasi:  dalam pembuatan candi oleh pasukan jin yang hampir selesai, tiba-tiba terdengar bunyi kegaduhan suara lesung dan ayam-ayam berkokok yang menandakan datangnya pagi. Para  jin akhirnya berpamitan kepada Bandung, namun candinya hanya berjumlah sembilan ratus sembilan puluh sembilan
(terdengar bunyi tumbukan lesung, bunyi ayam ayam berkokok

168.   Jinni
Aduh udah hampir pagi nih, waktunya pulang.

169.   Jinem
Iya ntar kalo terkena matahari kulit kita gosong lagi.

170.   Jinten
Gosong??? Nggak mau….

171.   Jinni
Mending kita buru-buru cabut dari sini aja de.

172.   Bandung Bondowoso
Gimana jin, udah selesai semua.

173.   Jinten
Kayaknya sih kurang satu.

174.   Jinni
Tapi ini udah pagi, jadi kita harus pulang.

175.   Jinnah
Iya, tadi kan kontraknya sampai pagi.

176.   Jinnem
Bener tuh, kalo kena sinar matahari, nggak kebayang de seberapa gosongnya kulit kita.

177.   Jinni
Kira-kira habis lulur berapa ya? Buat mutihin kulit kita?

178.   Jinten
au ah, gak kepikiran

179.   Jinnah
Kayak mak nori aja, gak kepikiran.

180.   Jinni
Ya udah Be, kita pamit dulu.

181.   Semua jin
Bye…. see you next time.. (mereka semua meninggalkan BB)

182.   Bandung Bondowoso
Loh..loh.. kok ditinggalin siapa nih yang bakal nyeleseiin. Jin..jin.. jangan pergi.,JIn..
Jin..Jin.. Sial, kan belum selesai nih. Awas ya kalian ntar.
(Roro Jonggrang bersama para dayangnya menghampiri Bandung Bondowoso.

183.   Roro Jonggrang
Gimana Be, udah selsai?

184.   Bandung Bondowoso
Udah dong.

185.   Roro Jonggrang
Yang bener aja Be, gw itung dulu ya. Dayang coba hitung semua candinya.
(Dayang menghitung jumlah candi yang telah selesai dibuat)

186.   Painem
Lapor gusti ayu, candi yang saya hitung jumlahnya 500 buah.

187.   Paijem
Lapor, candi bagian saya jumlahnya 499.

188.   Roro Jonggrang
Jadi jumlahnya 999. Loh, kok kurang satu ya Be, gimana nih??

189.   Bandung Bondowoso
Yang bener, salah hitung kali? Coba hitung lagi de.

190.   Paijem
Enak aja, lu pikir kita gak lulus matakuliah matematika?

191.   Painem
Iya nih, songong banget ni orang seenaknya aja ngatain orang.

192.   Roro Jonggrang
cukup dayang, stop ngocehnya.
Tuan Bandung Bondowoso yang terhormat, karena jumlah candinya kurang satu. So, maaf anda kurang beruntung. Bisa di coba lagi di lain kesempatan.

193.   Bandung Bondowoso
Nggak bisa gitu dong kan cuma kurang satu, gw buatin deh. pokoknya kamu harus menikah denganku.

194.   Roro Jonggrang
Tidak bisa..sesuai dengan kesepakatan kita. Sebelum fajar tiba, kau harus menyelesaikan pembuatan candi itu.

195.   Bandung Bondowoso
Tapi ini tipu muslihatmu kan, yang bikin pagi buatan.

196.   Roro Jonggang
Lu pikir gw cewek apaan nglakuin tipu muslihat.

197.   Bandung Bondowoso
Nggak ngaku lagi. Seharusnya kamu itu bersyukur ErJe dilamar olehku, Bandung Bondowoso raja paling tersohor seantero jagad raya. Bukannya bertindak seperti ini, melakukan tipuan murahan.

198.   Roro Jonggrang
Jangan seenaknya aja ya kalo ngomong. Kamu juga kan nyuruh jin-jin bodoh itu untuk membuatkan seribu candi.

199.   Bandung Bondowoso
emang tadi ada peraturan kalau “Jin Dilarang Membantu Pembuatan Candi” nggak kan. Jadi nggak masalah dong??

200.   Roro Jonggrang
Emang nggak ada sih, berarti aku juga nggak salah dong bikin pagi buatan kan nggak ada peraturan  “Dilarang bikin pagi buatan”, jadi skor kita 1-1.

201.   Bandung Bondowoso
Oke, candi ini emang kurang satu, dan aku akan segera melengkapinya. Karena candi yang satu lagi adalah kau…
(menunjuk  dayang painem)

202.   Painem
(mematung)

203.   Bandung Bondowoso
Gimana Je, udah seribu kan.

204.   Roro Jonggrang
Nggak mau.. Ini kan dayangku bukan candi.

205.   Paijem
Kembalikan painem seperti dulu…

206.   Bandung Bondowoso
Aduh.. kakehan omong iki. Dadio patung pisan kon.

207.   Paijem
(mematung)

208.   Bandung BOndowoso
Yak opo Je?? Wis tak lebihi siji iki lho

209.   Roro Jonggrang
Aku tetep nggak mau Bandung, ini tetap kurang satu candinya. Lagi pula kau orang jahat. Kau telah mejadikan dayang-dayangku sebagai patung.

210.   Bandung Bondowoso
Jadi kau tetap tidak mau menikah denganku??

211.   Roro Jonggrang
Nggak!!!

212.   Bandung Bondowoso
Oke.. jika aku tidak dapat menikahimu,  maka orang lain juga tidak boleh menikah denganmu. Jika kau menganggap candi ini belum lengkap, aku akan melengkapinya denganmu Roro Jonggrang.

213.   Roro Jonggrang
Apa? A………
(berputar-putar dan akhirnya jadi Arca, diiringi musik gamelan gending jawa)

214.   Bandung Bondowoso
Dayang ki lapo se nang kene. Geser titik po’o.

215.   Painem
Kan wis mbok dadikno patung se Be. Gayamu lali.

216.   Bandung Bondowoso
Loh patung kok ngomong?? Berarti sek iso minggir.

217.   Painem
Yo wes…

218.   Bandung Bondowoso
Lha ngono lak enak se. Kembali ke Lap..top.
Kenapa kau harus menipuku Roro Jonggrang. Kenapa kau tidak mau menjadi  isteriku. Apa sih, susahnya jadi istri Bandung Bondowoso. Kalau kau mau kan nggak mungkin jadi begini. (di samping Roro Jonggrang Bandung Bondowoso tampak menyesai perbuatannya) (terdengar lirih alunan lagu anang Separuh Jiwaku Pergi).

Karena ini berada di kerajaan Prambanan, akan kunamai candi ini dengan nama Candi Prambanan.
(musik penutup)


Nah selesai ~
Jadi bagaimana ? Cukup menghibur bukan ? Hahaha XD
cr : http://mbahbrata.wordpress.com/2013/02/02/

Naskah Drama Roro Jonggrang (Jawa Ver)

Sehubungan dengan adanya tugas untuk menampilkan drama dari suatu legenda, berikut inilah contoh naskah drama dalam bentuk bahasa Jawa.

RORO JONGGRANG

Ing sawijine jaman, ing ndesa sing apik urip ana wedokan kang ditinggal karo bojone . Dheweke urip karo anake , sing jenenge Bandung.

Bandung     Bu, nopo ibu mboten kesepian menawi kula lan panjenengan mung    manggon teng perkampungan endah niki tiang kaleh mawon.”
Ibu              Kesepian ngopo to le?Ibu wis seneng ana kowe nang kene. Awak         dewe uwis urip kecukupanseneng tanpa ana sing gangguarep njaluk sing piye maneh ibu iki.”
Bandung     ya mbok menawi ibu kersa duweni rama damel kula.”
Ibu              : (mesem ngguyu) Kowe ki ngomong opo to.Ora..ora..ibu rapapa urip    janda kaya ngene sing penting ibu duwe kowe(Jare ibune banjur nyayang anake).
Bandung     Lho, saestu Bu.
Ibu              :Sakjane lakyo kowe sing patut tak takoni koyo ngono kuwi anakku. Kowe iku wis gede, moso kowe arep dewean wae.
Bandung: (mesem)Ah, menawi kula, boten usah di pikir bu. Saktemene kula    ajeng tanglet kalih ibu, Nanging kula boten kepenak,Bu.
Ibu              Kowe arep takon opo?Kok nganggo ora kepenak barang. Aku iki ibumu opo dudu. Arep takon opo to Le?
Bandung     Ngeten lho Bu, saktemene Rama kula menika sinten? Ngantos sakniki kok kula taksih bingung.
Bandung     Bu,kok mendhel mawon? Wonten penggalih menopo to bu?
Ibu              Anakku Bandung (ngelus pundake Bandung).Sajake iki wektu sing     pantes. Kowe saiki wis gede,  ibu ora wedi maneh cerita karo kowe. Ibu ngerti,kowe mesti iso ngerteni iki.
Bandung     : “Ana apa,Bu?
Ibu              Bapakmu kuwi sakjane bangsawan ing tlatah adoh kono.
Bandung     : “dados bapak tasik sugeng bu?
Ibu              Yen kowe pancen pengen nemoni Ramamu, yo ora opo-opo. Golekana Ramamu kuwi,nanging ibu mung iso pesen. Rungokno          pesen – pesen ibu iki.”
Bandung     : “inggih, Bu.
Ibu              Ibu mung iso dongakake apa sing kowe karepake bakal tok temu.        Lek wis kepetuk ramamu, cepet sujud ing sikile ramamu kanggo tanda        kahormatan. Ing jabakono, pasti akeh wong asing sing bakal kok temui lan kabeh pasti nduwe niat dhewe-dhewe.Kowe iku lanangan     sing isok dipercaya . Ojo seneng adu otot anakku, iku ora apik. Ojo waton tumindak ing kono, ora liyo kanggo njaga keslametanmu dhewe.
Bandung     Inggih,Bu.
Ibu              Lan siji meneh amanatku (mlebu ing kamar, metu lan nggawa     selendang warna abang). Gawaen selendang iki supaya Ramamu percaya yen kowe iku anake.”
Bandung     : “matur nuwun Bu, nanging kepripun ibu menawi kulangembara. Menapa ibu aman gesang piyambakan ing bumi ingkang boten temtu niki .”
Ibu              : “ Ibu ora bakal keno opo-opo. Ibu mung iso nyangoni slamet yo anakku sing tak tresnani.
Menika Bandung budal ngembara. Lan dheweke teko ing nggone jin. Dheweke ditekani karo para abdi dalem saka nggone jin. Bandung bisa nglawan para abdi dalem. Banjur Bandung nemoni  Jin Bondowoso.
Jin               : ”Sampean sapa?”
Bandung     : ”Aku Bandung”
Jin               : “Ono kaperluan opo sampean mrene.”
Bandung     : “Aku arep nggolek Ramaku, opo kowe isok bantu aku nggoleki Ramaku?”
Jin               : ”Wani piro?”
Bandung     : “Yen aku wis dadi raja, kowe isok njaluk opo wae sing kowe karepake.”
Jin               : ”Wokey , gawe bantu kowe aku wenehi tigo panyuwunan.”
Bandung     : ”sing kasiji aku pengen nemoni Ramaku.”
Jin               : ”Oke” (ngilang)
Amarga Bandung bisa nakluake Jin Bondowoso , akhire jenenge Bandung diwenehi jeneng Bondowoso. Dadi saiki jenenge Bandung Bondowoso. Jin Bondowoso ngabulake panyuwunane  Bandung Bodowoso. Deweke banjur dadi Raja ing Pengging. Bandung Bondowoso saiki dadi sombong lan serakah.  Dheweke pingin nguwasai kerajaan Pengging lan kerajaan Prambanan. Dheweke pingin perang karo Prabu Boko, rajane Prambanan.Prabu Boko direwangi Patih   Gupala perang karo Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso nggawe  panjalukan sing keloro marang Jin Bondowoso ben iso menang ngelawan Prabu Boko. Akhire Jin Bondowoso lan Bandung Bondowoso menang nglawan Prabu Boko. Prabu Boko mati tapi Patih Gupala Slamet . Patih Gupala muleh  karo ngetokake getih lan kelaran.   
Patih Gupala  : Nyuwun sewu Putri.
Jonggrang      Ana apa Patih. Kok njenengan wis bali saka peperangan, ana ngendi Ramaku?
Patih Gupala   (menundukkan kepala dan menyembah)Nyuwun sewu  Roro.(mikir-mikir)Prabu Boko…
Jonggrang       : Rama!?Ana apa karo Rama?Opo panjenengan duwe kabar sing ora ke penak Patih?
Patih Gupala   Inggih Roro.
Jonggrang       Ana ngendi Ramaku?”(bingung lan arep nangis)." Cerita karo aku Patih..pundi ramaku?
Patih Gupala   Prabu Boko gugur ing peperangan menika, Roro.
Jonggrang       HA? Apa bener ngendikanmu kuwi. Opo panjenenganboten Goroh Patih?
Patih Gupala   Saestu ndara. Kula ingkang ngertosi piyambak, Bandung                      Bondowoso nusukkaken kerisipun.
Jonggrang      Rama…(nangis)”
         Wektu nangis iku patih Gupala mati lan Bandung Bondowoso teka ing ngarepe Rara Jonggrang. Bandung banjur mikir-mikir, sapa Ratu ayu ing ngarepe  iku?Apa selire Prabu Baka sing dak pateni mau?
Bandung        :” (mlaku nyedeki Roro). Kena apa kowe duhcah ayu?
Jonggrang      : Sapa kowe wani teka ing kerajaan iki?
Bandung        : Hahaha…Sopo aku? Opo kowe ora ngenali aku, raja ing Kerajaan Pengging, lan saiki sing duweni kerajaan sing gede iki (ngomong karo sombong), Bondowoso. Hahaha.. Ayu tenan koweApa kowe gelem dak dadekake garwaku!
Roro Jonggrang bingung arep menehi jawaban apa.
Jonggrang     : (mbatin)Bandung iku wong sing sekti.Ra mungkin aku wani nolak. Nanging atiku ora tresna. Kenal wae durung, kok njaluk aku dadi bojone. Penak tenan. Saya maneh, uwong iki sing gawe aku kelangan Rama tercintaku.
Bandung       : ”HALAH!!!,trimo ae, Aku ngganteng kok. Kena apa kowe ora gelem? Opo kowe isin karo aku?Hem?(karo nggoda)
Jonggrang    : ”Wah.Apa sing arep aku lakokake.Aku mumet.
Jonggrang banjur mikir-mikir.
Jonggrang   Ngene wae, yen kowe pancen pengen duweni aku, syarate sitik-sitik wae.Gawekno 1000 candi ing wektu sakmalem. Yen kowe kasil, aku gelem tok pek bojo.
Bandung     Weh..weh..weh..Wah, kowe ki dagelan tenan kok!!Sewu candi    wektu sewengni?10 candi wae, apa mending kowe njaluk syarat      liyane. Sekarepmulah..Moso kon gawe 1000 candi.Arep tok nggo    ngopo candi iku.
Jonggrang   : Kula tetep pengen digawekke sewu candii. Iku          panjalukku.buktekno yen kowe tresna aku Bandung.
Bandung     Wis, sakiki ngene wae. Pase,njalukmu piro?
Jonggrang   Aku nyuwun sewu candi!! (karo arep nglungani)
Bandung     Yowes..yo wes..Aja mutung to! Kanggo buktekaketresna ku karo kowebakal tak gawekake sewu candi.(janji)
Bandung nggawe panyunuwunanne saka jin sing terakhir.
Bandung     : ”jin, aku isik nduwe panyuwunan sing terakhir kan?”
Jin               : ”iyo aku iling. Panyuwunanmu apa ?”
Bandung     : ”aku njlauk tulung digaweake 1000 candi.”
Jin               : ”wokey, mari panyuwunanmu kuwi mau urusanku karo kowe wis mari,dadi aku ora pingin bantu kowe maneh.”
Jonggrang    Kepriye iki, apa Bandung bisa gawe candi okehe semono.
Dayang        La kepripun to Putri. Bandung menika lak nggeh tiyang sekti to Putri, miterat pamikir kula, kok panyuwun panjenengan, bisa di tepati. La wong samenika taksih jam kalih,anggenipun bangun candi sampun badhe kelar to Putri.
Jonggrang    La terus apa sing kudu tak  lakokake.aku ora gelem rabi karo Bandung.
Dayang        Lajeng kepripun?
Jonggrang mloka mlaku ing jero kamar
Jonggrang    Wis, saiki ngene wae. Dayang, tulung tangekake kabehrakyat Prambanan, kongkon wong wadon numbuk parilanbakaya jeramiSing ana ing kandange pitikAwak dewe gawe suasanabengi iki seakan isuk uwis teka.Lek wis ngono jin-jin sing lagi kerja ngira lek isuk wis teko,jin-jin padha mlayu lan ojo lali naburake kembang-kembang.”
Dayang        Ide ingkang bagus,Putri. Karongono, Bandung pasti ora bias marikake gawean kuwi.”                
Jonggrang    Iya. Dayang, cepet dewekmu tangikne wong wong!.
Dayang        “Inggih ndara.nyuwun sewu.
          Dayang iku mau banjur nangikne para wadokan ing ndesa iku. Wedokan mau dikonkon numbuk padi lan mbakar jerami, Pitik pitik dikongkon nguruk.
Jin               : Wah, Srengenge wis nyilau ing kono!awakdewe kudu cepet ngaleh ikiYen ora,awake dhewe engko iso angus! Weleh..weleh.. Tapi,piye karo penggawean iki. Candi sing didekno kurangsiji engkas.Bandung ya ing endi iki?”
          Para jin-jin pada mlayu lan ninggalake gaweanne .Ora suwe maneh Bandung Bondowoso teko karo. Dhalu sing rame, srengenge wis muncul , pithik jago , para wadon wis mulai numbuk pari lan jin-jin pada ngilang kabeh.Ndeleng keaadan kuwi BandungBondowoso. Ing esuk, Bandungnekani Jonggrang.

Bandung     Jonggrang, panjalukmu uwis dak turuti, saiki rabio karo aku.”
Jonggrang   Oh ya?sing bener? Apa kowe wis bisa gaweanke aku sewu candi?”
Bandung     Tentu wae tresnoku?”
Jonggrang    : Aku ora percaya.
Bandung      : kowe ora percaya? Dhelengen iki itungen candi-candi kuwi.
Jonggrang    : “oke. Tapi iling janjimuyen candi kuwi kurang teko sewu, berarti kowe batal ngolehake aku, Bandung.
          Jonggrang ngitung candi-candi kuwiMari bolak-balik ngitung Jonggrang ngomong.
Jonggrang    sepurane Bandung, uwis dak itung, candi sing kok gawe kurang siji.”
Bandung      Hah?sing tenan.kowe pasti salah ngitung.”
Jonggrang    : aku uwis bola bali ngitung, nanging hasile padaJumlah candi iki mung 999 .”
Bandung      : “yawis, kan mung kurang sak buahuwis ana 999 buah.  Engko bakal dak gawekake maneh. Tapi sak uwise kowe rabi karo aku.
Jonggrang    : “ora, Bandung. Janjine dudu kaya ngono! Kowe uwis gagal menuhi janjimu. Dadi minggato saka uripku. Ojo nyideki aku.Utawa aku sing bakal minggat.”
Bandung      Ha?sak wise aku nggawe 999 candiapa mung iki balesanmu Jonggrang”
Jonggrang    Iyo.kowe pingin apa maneh!! (nyentakakonono yen kowe uwis kalah wong elek.”
Bandung      Jonggrang!! wanine kowe ngenyek aku!
Jonggrang    : “pancen ngono toh nyatane!
Bandung      Jonggrang!! Kowe wis nggawe aku ngamuk! Ket mau aku wis nyobak gawe sabar gawe ngentukake kowe , tapi percuma ae pengorbananku iki. Ora papa aku ora ngentukne awakmu! Candi iki pancen kurang siji , lan sakjane sing pantes ngelengkapi ya mung kowe tok! Dadi kowe Candi Jonggrang dadio hiasan kanggo kerajaanku!
Jonggrang Aaaaahhh !!!!!!!!!!
Moro-moro Jonggrang berubah dadi Patung.


Rampung..
 
 
Blogger Templates